Pilih Mana? Popok Kain Bayi atau Sekali Pakai?

Pilih Mana? Popok Kain Bayi atau Sekali Pakai?

Pilih Mana? Popok Kain Bayi atau Sekali Pakai?

Popok bayi baru lahir memiliki banyak sekali jenis dan tipe yang kerap membuat Anda galau memilihnya. Mulai dari popok sekali pakai hingga popok kain bayi. Perbedaan jenis tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, manakah sebenarnya popok bayi baru lahir yang terbaik? Kain atau sekali pakai? Simak perbandingan lengkapnya.

Perbandingan popok kain bayi dan sekali pakai

Kesehatan kulit

Umumnya popok bayi yang baru lahir baik kain maupun sekali pakai bisa menyebabkan mereka mengalami masalah atau iritasi kulit. Penyakit yang paling umum adalah dermatitis yang disebabkan oleh kelembapan dari urin dan kotoran yang tersisa atau terjebak di kulit. 

Popok sekali pakai memiliki keunggulan dalam mencegah ruam, karena bahannya memiliki daya serap tinggi, sehingga popok sekali pakai dapat menjaga kulit bayi tetap kering bahkan setelah beberapa kali pembuangan. 

Menurut Dr. Bruce Brod, seorang dokter kulit anak yang mengkhususkan diri pada dermatitis, mengatakan bahwa popok sekali pakai lebih baik karena teknologi yang berkembang dengan penggunaan polimer superabsorben, mampu menyerap secara maksimal cairan. 

Akan tetapi, beberapa bayi yang memiliki kulit sensitif kerap mengalami ruam hingga luka akibat penggunaan popok sekali buang. Kekurangan popok sekali pakai adalah ketika bayi tidak dapat menerima karet, perekat, pewangi, dan pewarna yang ada di dalam popok tersebut, sehingga menyebabkan iritasi parah.

Sedangkan popok kain, memiliki bahan yang lebih lembut dan aman untuk kulit bayi baru lahir. Akan tetapi, Anda harus rajin mengganti dan mencuci popok kain secara berkala agar tidak menimbulkan iritasi. Penggunaan popok sekali pakai juga harus diganti secara berkala supaya tidak menyebabkan lecet pada kulit.

Kemudahan menggunakan dan mengganti

Popok kain bayi hadir dengan velcro atau penutup snap yang membuat waktu penggantian lebih cepat dan mudah dengan sekali pakai. Popok kain juga memiliki bentuk yang dirancang dengan baik untuk bayi. Talinya tahan air di sekitar pinggang dan kaki untuk mencegah kebocoran dan lapisan yang dapat dilepas sehingga pemakaiannya persis seperti penggunaan popok sekali pakai. Popok sekali pakai juga sangat gampang digunakan dan dikenakan. Selain itu, popok sekali pakai juga bisa langsung dibuang tanpa harus mencucinya kembali

Harga popok kain bayi vs popok sekali pakai

Penggunaan popok sekali pakai memang lebih praktis. Akan tetapi, popok sekali pakai mampu menguras budget bulanan menjadi lebih mahal dan melonjak. Apalagi jika bayi sering minum ASI dan buang air kecil. Oleh karena itu, sebagai alternatifnya, Anda dapat menggunakan popok bayi baru lahir yang berbahan kain, supaya lebih irit dan bisa dicuci untuk dikenakan berkali-kali.

Hasil limbah

Poin ini sangat jelas dimenangkan oleh popok kain. Pasalnya, penggunaan popok sekali pakai menggunakan sumber daya seperti pohon dan plastik selama proses produksi. Kemudian dikumpulkan di tempat pembuangan sampah (sebagian besar 40 persen dapat terurai secara hayati). Akan tetapi hal ini dapat merusak lingkungan dan menambah polusi udara. Sedangkan popok bayi baru lahir yang berbahan kain, sangat ramah lingkungan karena dapat digunakan secara berkali-kali, mudah dibersihkan menggunakan air mengalir. 

Pilihan popok kain bayi vs popok sekali pakai sebenarnya sama-sama baik, tergantung kebutuhan dan kesehatan si kecil. Akan tetapi penggunaan popok baru lahir yang baik, adalah mencampurkan keduanya. Popok kain untuk digunakan di rumah dan sekali pakai di malam hari atau saat bepergian.

Leave a Reply