Kenali Gejala Panas Dalam dan Cara Mengobatinya

Kenali Gejala Panas Dalam dan Cara Mengobatinya

Saat tenggorokan terasa panas, terbakar, kering, ingin minum terus-terusan kita sering menyebut kondisi ini dengan panas dalam. Sebenarnya, dalam medis sendiri tidak ada istilah panas dalam. Istilah panas dalam populer dari filosofi pengobatan tradisional Tiongkok. 

Dalam medis, kondisi tenggorokan yang terasa terbakar disebut dengan tenggorokan terbakar atau burning throat. Ada beberapa penyakit yang menyebabkannya dan biasanya diikuti dengan beberapa gejala.

Sebagian besar penyebab panas dalam atau tenggorokan terbakar ini bukanlah penyakit serius dan tidak memerlukan perawatan darurat. Namun, Anda juga tidak boleh mengabaikan ketidaknyamanan akibat panas dalam atau tenggorokan terbakar yang berlanjut atau memburuk.

Penyebab panas dalam 

Sensasi tenggorokan terbakar dapat terjadi akibat iritasi atau peradangan di mana saja di tenggorokan. Ini dapat mempengaruhi bagian atas tenggorokan, bagian belakang hidung dan mulut, atau terjadi lebih dalam di laring. 

Kondisi yang mempengaruhi baik sistem pernapasan atau saluran pencernaan dapat menjadi penyebab panas dalam. Lokasi rasa panas itu bisa menjadi petunjuk penyebab yang mendasarinya. Rasa terbakar di bagian belakang mulut bisa menjadi tanda iritasi akibat infeksi virus atau bakteri.

Namun, saat lokasinya lebih rendah di tenggorokan, bisa jadi panas dalam muncul akibat refluks asam dari perut. Penyakit yang menyebabkan panas dalam sendiri dapat berupa:

  1. Refluks asam atau GERD
  2. Post-nasal drip
  3. Radang tenggorokan
  4. Flu biasa
  5. Flu 
  6. Mononukleosis
  7. Abses peritonsil
  8. Sindrom mulut terbakar
  9. Tonsilitis
  10. Esofagitis
  11. Kanker, namun jarang terjadi

Gejala panas dalam

Tergantung pada penyebab yang mendasari, panas dalam dapat terjadi diikuti dengan gejala lainnya, baik itu gejala terkait pencernaa, pernafasan, diluar keduanya, hingga yang mengancam jiwa. Berikut gejala-gejala yang mungkin terjadi.

Gejala terkait pencernaan 

Sensasi terbakar di tenggorokan dapat disertai gejala lain yang mempengaruhi saluran pencernaan, seperti: 

  • Bersendawa atau cegukan
  • Sering mulas atau gangguan pencernaan
  • Mual
  • Masalah menelan, tenggorokan sesak, tersedak, atau merasa seperti ada benjolan di tenggorokan
  • Mulut atau belakang kerongkongan terasa pahit atau terasa cairan asam perut 

Gejala terkait pernapasan 

Selain gejala yang mempengaruhi sistem percernaan, panas dalam juga bisa disertai dengan gejala terkait sistem pernapasan, termasuk:

  • Bau mulut
  • Batuk, suara serak atau laringitis
  • Asma atau masalah pernapasan baru atau yang memburuk
  • Sakit saat menelan atau tenggorokan gatal
  • Bersin atau pilek atau hidung tersumbat
  • Amandel bengkak, merah atau bercak putih pada amandel

Gejala lain di luar sistem pencernaan dan pernafasan

Gejala lain dapat terjadi di luar sistem pencernaan dan pernapasan dengan tenggorokan terbakar, antara lain:

  • Demam, menggigil atau malaise
  • Ketidaknyamanan umum di area dada
  • Sakit kepala atau sakit badan
  • Masalah tidur, termasuk gangguan tidur
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja

Gejala yang mungkin mengindikasikan kondisi serius

Meski jarang, panas dalam juga bisa disertai dengan gejala yang mungkin mengindikasikan penyakit yang lebih serius. Jika in terjadi, segeralah cari perawatan medis, gejala yang dimaksud dapat berupa: 

  • Batuk atau meludah darah
  • Kesulitan bernafas, menelan, atau membuka mulut
  • Demam tinggi
  • Ruam atau nyeri sendi

Lekas periksakan ke dokter bila gejala semakin parah, berlangsung lebih lama dari beberapa hari, dan sering kambuh.

Cara mengobati panas dalam 

Baik dengan obat atau bahan alami, ada banyak cara untuk mengobati panas dalam. Pengobatannya juga disesuaikan dengan penyebab panas dalam itu sendiri. Dalam banyak kasus, panas dalam merupakan tanda infeksi virus. 

Obat sakit tenggorokan dan panas dalam, termasuk mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, menghisap pelega tenggorokan, dan berkumur dengan air garam bisa digunakan. 

Perlu diperhatikan untuk tidak menggunakan aspirin pada anak-anak atau remaja untuk infeksi virus karena risiko sindrom Reye. Gunakan acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil, Motrin) sebagai gantinya.

Anda juga dapat mengatasi tenggorokan yang terbakar karena maag atau alergi sesekali dengan pengobatan Over the Counter (OTC/obat bebas). Ini termasuk antasida, penghambat H2, seperti famotidine (Pepcid AC), atau PPI (penghambat pompa proton), seperti omeprazole (Prilosec OTC) untuk mulas. Antihistamin OTC dapat membantu mengatasi alergi.

Anda juga bisa menyalakan pelembab kabut dingin untuk menambah kelembaban udara. Ini akan mencegah tenggorokan Anda mengering. Perbanyaklah mengkonsumsi cairan terutama air putih dan makanlah makanan sehat. 

Panas dalam memang bukan istilah ilmiah, tapi kondisi ini bisa terjadi karena beberapa penyakit. Panas dalam juga bisa disertai dengan gejala lain, baik terkait sistem pencernaan atau pernafasan dan lainnya. 

Ada beragam pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Anda bisa menemukan lebih banyak tentang panas dalam di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga berdiskusi dengan dokter seputar kondisi ini. Download aplikasinya di App Store atau Play Store.

Leave a Reply