Kegunaan Obat Paratenza dan Tips Mengatasi Pilek pada Anak

Kegunaan Obat Paratenza dan Tips Mengatasi Pilek pada Anak

Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang secara sempurna. Mereka bisa tertular pilek dan bersin dari temannya di tempat bermain atau penitipan anak. Meskipun di rumah saja, mereka juga bisa terkena penyakit dari virus yang dibawa keluarganya. 

Selain virus, ada faktor lain yang dapat menurunkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi dan menyebabkan pilek, diantaranya musim dingin atau penghujan, udara kering, dan asap rokok. 

Sebagian besar balita yang pilek dan demam ringan akan hilang dengan sendirinya. Untuk mempercepat penyembuhan, Anda bisa memberikan si kecil Paratenza Sirup sebelum makan. 

Deskripsi produk 

Paratenza Sirup merupakan obat demam, flu, dan pilek yang dikhususkan untuk anak berusia 2 tahun ke atas. Setiap takarnya mengandung bahan aktif paracetamol, dekstrometorfan HBr, Pseudoefedrin HCl, dan klorfeniramin maleat. 

Kombinasi bahan tersebut membuat Paratenza Sirup dapat digunakan untuk mengobati kondisi antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pilek
  • Flu dan nyeri akibat flu
  • Batuk kering
  • Alergi, seperti bersin-bersin

Dosis dan aturan pemakaian

Paratenza Sirup merupakan obat bebas terbatas sehingga dosis dan frekuensi penggunaannya harus sesuai dengan kemasan atau anjuran dokter atau tenaga kesehatan lainnya. 

Paratenza Sirup sebaiknya diminum setelah makan dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak 2-5 tahun: 1/2 sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali sehari
  • Anak 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali sehari
  • Dewasa dan anak > 12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali sehari

Tips untuk mengatasi flu pada anak

Biasanya pilek pada balita berlangsung antara 7-10 hari, tapi bisa berlanjut hingga dua minggu. Batuk akibat flu mungkin bertahan lebih lama, terkadang hingga sebulan. 

Selain memberikan obat, berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat pemulihan si kecil. 

  1. Memberikan tetes hidung salin

Balita masih belum tahu cara mengeluarkan ingus mereka sendiri. Jika anak Anda mengalami kesulitan bernapas, berikan beberapa tetes larutan garam (air asin) ke setiap lubang hidung lalu keluarkan lendir dengan spuit. 

Berikan obat tetes dua atau tiga kali sehari pada anak berusia 1 tahun ke atas. Untuk bayi, coba suction bulb atau nasal aspirator untuk mengerluarkan lendir. 

  1. Tingkatkan asupan cairan

Dehidrasi bisa semakin melemahkan daya tahan tubuh. Ketika anak Anda sedang sakit, berikan lebih banyak minum dari biasanya. Cairan ekstra juga dapat melegakan hidung tersumbat dan tenggorokan lembap. 

Pada bayi diatas 6 bulan bisa diberikan air, susu formula, dan jus buah 100% tanpa gula tambahan, atau sup ayam hangat. 

  1. Berikan madu

Madu dapat membantu mengatasi sakit tenggorokan dan meredakan batuk, bahkan mungkin lebih efektif daripada obat batuk yang dijual bebas (OTC). Berikan ½ sendok teh madu sebelum tidur kepada anak Anda yang berusia 1 tahun. 

  1. Gunakan humidifier

Udara kering adalah salah satu faktor pemicu flu. Humidifier menambah kelembaban udara yang membantu menjaga agar hidung sang buah hati tidah mengering. 

Catatan

Jika anak flu dan demam ringan, sebaiknya melakukan perawatan rumahan yang lebih alami. Apabila hendak memberikan Paratenza Sirup kepada anak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. 

Penggunaan obat mungkin menyebabkan efek samping, seperti kantuk, gangguan pencernaan, insomnia, dan gelisah. Segera hubungi dokter jika efek samping berlanjut atau semakin parah.

Leave a Reply