Tips dan Jadwal Makan Bayi 6 Bulan

Tips dan Jadwal Makan Bayi 6 Bulan

Tips dan Jadwal Makan Bayi 6 Bulan

Seperti apa jadwal makan bayi 6 bulan yang ideal? Adakah aturan khusus mengenai jam makan si kecil pada usia ini?

Tips memulai MPASI

Makanan pertama untuk bayi sebaiknya mengandung zat besi tinggi. Ada banyak makanan dengan kandungan zat besi baik seperti sereal, daging, unggas, ikan, tahu, dan kacang-kacangan.

Sebaiknya Anda memberikan puree untuk mengenalkan makanan padat pada bayi. Anda dapat membuat puree sendiri dengan cara mengukus makanan padat lalu menghaluskannya.

Saat bayi sudah bisa menerima makanan dari sendok, Anda bisa membuat puree sedikit lebih kental dengan gumpalan-gumpalan kecil.

Pilih salah satu dan buat variasi dari 4 kelompok makanan ini

  • Sayuran dan kacang-kacangan – berikan labu, ubi jalar, wortel, kentang, kacang polong, brokoli, kembang kol, dan sayuran lain. Haluskan sampai membentuk puree. Jika bayi sudah terbiasa, Anda bisa memberikan sayuran yang sudah direbus tanpa dihaluskan.
  • Buah – berikan puree apel, pir, pisang, dan buah beri-berian. Lalu, kenalkan potongan buah matang secara bertahap. Hindari potongan yang terlalu besar karena ancaman tersedak.
  • Biji-bijian dan sereal – berikan sereal kaya nutrisi untuk memulai. Setelahnya anda bisa mengenalkan oat, gandum, atau sereal bayi yang lebih kental. Jangan tambahkan gula atau madu dalam sereal.
  • Daging, ikan, unggas, telur, tahu untuk perkenalan pertama. Olah semua bahan ini menjadi puree. Saat bayi sudah terbiasa, kenalkan potongan ayam, daging cincang, potongan ikan, tahu yang sudah dihaluskan, atau telur yang sudah direbus dan dihaluskan. Jangan tambahkan garam untuk bayi di bawah 1 tahun.

Jadwal makan bayi 6 bulan

Sebelum menyusun jadwal makan bayi 6 bulan, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh orang tua terkait pemberian MPASI perdana bayi sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pertama, jumlah energi tambahan yang diperlukan bayi dari makanan tambahannya adalah 200 kalori per hari.Jumlah pemberian MPASI tiap kali makan adalah 2-3 sendok makan dengan tekstur MPASI berupa makanan yang dilumatkan hingga semikental (puree). IDAI sendiri merekomendasikan pemberian makan sebanyak dua kali sehari.Berikut jadwal makan bayi 6 bulan yang dapat Anda ikuti:

06.00: ASI

08.00: pemberian MPASI 1

10.00: ASI

12.00: ASI

14.00: ASI

16.00: pemberian MPASI 2

18.00: ASI.

Di awal masa MPASI, bayi masih beradaptasi dengan makanan padat pertamanya sehingga IDAI tidak menyarankan pemberian makanan selingan atau snack. Selingan baru bisa diberikan ketika bayi sudah mulai nyaman dengan MPASI-nya, misalnya pada minggu kedua pemberian MPASI.Pada bayi yang sudah pada tahap ini, jadwal menu MPASI 6 bulan yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

06.00: ASI

08.00: pemberian MPASI ke-1

10.00: makanan selingan ke-1

12.00: pemberian MPASI ke-2

14.00: ASI

16.00: makanan selingan ke-2

18.00: pemberian MPASI ke-3

21.00: ASI.

Ingat, pemberian MPASI merupakan proses gradual yang tidak sama antara satu bayi dengan bayi lain. Anda dapat mengubah jadwal makan bayi 6 bulan di atas sesuai kondisi buah hati Anda, asalkan tetap berpegang pada prinsip dasar pemberian MPASI yang disarankan oleh IDAI.

Berikan dalam porsi kecil

Bayi berusia 6-12 bulan umumnya menyukai makanan dalam porsi kecil yang bisa dikonsumsi dalam sekali lahap. Selain itu, cukup beri 2-3 sendok makan per porsi MPASI.

Makanan yang sudah diberikan kepada bayi dan terkena air liurnya tidak boleh dihangatkan atau diberikan kembali kepada bayi.

Perlahan-lahan bayi akan belajar menyendok makanan sendiri. Lalu, jika sudah mencapai usia 1 tahun, sajikan makanan yang sama dengan keluarga Anda tapi dengan bumbu yang dikurangi.

Jangan tinggalkan ASI atau susu formula

Meskipun si kecil sudah bisa mengonsumsi makanan lunak, sebagian besar nutrisi untuk bayi tetap berasal dari ASI atau susu formula. Anda sebaiknya menganggap MPASI sebagai suplemen dan kesempatan untuk bayi mencoba rasa dan tekstur baru.

Jadwal giliran pemberian ASI/susu formula dan MPASI Sebenarnya tidak benar-benar pasti. Sebaiknya Anda mengenali perilaku si kecil, ada yang mencari makanan padat di pagi hari, ada yang lebih suka mengonsumsi makanan padat di siang hari.

Yang terpenting, jangan tinggalkan ASI sampai bayi benar-benar berhenti menyusu. Tidak ada patokan yang usia yang pasti, setiap bayi punya kondisi dan kesukaannya masing-masing.

Leave a Reply