Gejala Cacar Air Pada Anak, Bolehkah Mandi?

Gejala Cacar Air Pada Anak, Bolehkah Mandi?

gejala cacar air pada anak

Cacar air merupakan penyakit yang bisa dialami oleh siapapun dengan berbagai rentang usia.c Namun, pada umumnya gejala cacar air sering menimpa anak-anak. Cacar air (varicella) merupakan penyakit yang timbul karena infeksi virus varicella zoster. Penyakit ini tergolong sebagai penyakit menular dan menimbulkan ketidaknyamanan, namun dapat pulih dalam 1-2 minggu. 

Gejala cacar air yang sering timbul adalah munculnya ruam yang menyerupai lepuhan, yaitu benjolan berwarna merah dan berisi cairan, nyaris menimpa di seluruh tubuh. Meski tidak masuk kategori penyakit mematikan, namun ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Namun, pertanyaan lain turut melintas saat anak mengalami kondisi ini. Apakah mereka boleh mandi atau tidak? Berikut ulasan kami mengenai gejala cacar air dan seputar mandi pada penderitanya. 

Macam-macam Gejala Cacar Air pada Anak

Selain gejala khusus seperti di atas, lepuhan cacar air biasanya menetap selama 5 hingga 10 hari bersamaan dengan tiga fase berikut: 

  • Ruam merah (papule) bertambah jumlahnya dalam hitungan hari. 
  • Vesikel (lepuhan cair) yang terbentuk dalam satu hari, kemudian pecah dan mengeluarkan cairan. 
  • Dalam beberapa hari, koreng dan kerak akan menutup bagian vesikel meski belum sembuh sepenuhnya, 

Pada kasus tertentu, anak dapat mengalami lepuhan, ruam dan kerak pada waktu yang sama. Hal tersebut disebabkan munculnya lesi baru dari cacar air setiap hari sejak awal infeksi menyerang. Sebelum ruam timbul, anak yang menderita infeksi virus varicella zoster akan ditandai hal-hal berikut: 

  • Demam 38 derajat atau lebih 
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Mengeluh sakit pada kepala 
  • Kelelahan dan tidak enak badan (malaise) 

Gejala cacar air pada anak sifatnya sangat cepat menular. Sehingga saat anak menderita penyakit tersebut, dianjurkan untuk beristirahat total dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Penularan virus cacar dapat terjadi saat saat lesi cacar air pecah dan cairannya mengenai orang lain. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk anak kembali beraktivitas? Pastikan lesi cacar sudah mengering dan tidak ada ruam baru. 

Anak Menderita Cacar Air, Apakah Boleh Mandi?

Pertanyaan ini sering ditanyakan orangtua saat anak mengalami cacar air. Tentu saja mereka boleh mandi dengan memperhatikan hal yang penting. Misalnya, mandikan mereka dengan air biasa (bukan yang hangat) dan pastikan saat mengeringkan badan dengan handuk tidak digosok terlalu kencang, apalagi di area yang terdapat lesi cacar air. 

Jangan lupa oleskan obat atau salep yang sudah diresepkan oleh dokter setelah anak selesai mandi. Pastikan juga pakaian yang digunakan cukup longgar dan memotong kuku anak untuk menghindari garukan pada tubuhnya. 

Cara Obati Cacar Air di Rumah

Selain itu, mengobati gejala cacar air pada anak dapat dilakukan di rumah dengan cara berikut:

  • Mengoleskan lotion calamine

Losion yang mengandung calamine dipercaya mampu meredakan gatal akibat cacar air. Sebab, calamine mengandung senyawa yang memberikan ketenangan pada kulit anak, salah satunya adalah zinc oxide.

  • Mandi menggunakan oatmeal

Cara ini tergolong metode tradisional karena menggunakan bahan alami sebagai campuran air mandi. Apabila Anda berminat untuk mencoba, gunakan satu cangkir oatmeal yang sudah dipotong-potong hingga teksturnya halus. Siapkan bak mandi dengan air hangat, tuangkan satu cangkir oatmeal, dan arahkan anak untuk berendam sekitar 20 menit. Setelah itu basuh tubuh mereka hingga bersih. 

  • Menggunakan soda kue dan kantong teh chamomile

Selanjutnya, mengobati cacar air di rumah dapat dilakukan dengan mandi menggunakan soda kue dan mengoleskan kantung teh chamomile. Namun, sebelum mencoba berbagai cara ini, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Itulah informasi mengenai gejala cacar air pada anak.Apabila Anda menemui ciri-ciri tersebut pada anak, jangan khawatir dan segera berkonsultasi ke dokter. Hal tersebut dilakukan supaya anak mendapatkan pengobatan dan penanganan yang tepat. 

Leave a Reply