Sering Rasakan Gejala Asma? Lakukan Tes Ini

Sering Rasakan Gejala Asma? Lakukan Tes Ini

Sering Rasakan Gejala Asma? Lakukan Tes Ini

Anda mungkin selama ini tidak pernah menyadari mengidap asma. Namun, apakah itu artinya Anda benar-benar terbebas dari asma? Jawabannya, belum tentu. Banyak orang yang belum terdiagnosis asma, namun nyatanya sering mengalami gejala asma, mulai dari batuk, nyeri dada, mengi, sampai sesak napas. 

Kalau Anda termasuk yang demikian, alangkah lebih bijak jika Anda segera membuat janji dengan dokter untuk melakukan konsultasi terkait gejala asma yang sering Anda rasakan. Hal ini bisa mencegah kondisi buruk yang tidak diinginkan terjadi, seperti serangan asma yang terlambat ditangani sehingga bisa berisiko kematian. 

Rangkaian tes untuk diagnosis gejala asma

Kira-kira apa saja tes yang bisa Anda lakukan untuk mengecek ada tidaknya kondisi asma pada diri Anda yang mesti diperhatikan secara lebih khusus? Berikut ini adalah beberapa tes yang mungkin akan dianjurkan oleh dokter ketika sering mengeluhkan gejala asma.

Pemeriksaan Fisik 

Pemeriksaan fisik menjadi tes awal yang akan dilakukan dokter untuk melihat ada tidaknya  kondisi asma pada diri Anda. Biasanya, dokter akan melihat bagian hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan bagian atas. Dokter juga akan mengecek ada tidaknya suara siulan atau mengi saat Anda bernapas menggunakan stetoskop. Pemeriksaan fisik ini juga cenderung diliputi pertanyaan-pertanyaan apakah Anda pernah atau seberapa sering mengalami gejala asma, berupa mengi, batuk, atau nyeri dada. 

Meninjau Riwayat Kesehatan  

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan meninjau riwayat kesehatan yang Anda miliki. Yang dimaksud riwayat kesehatan ini bukan hanya gejala asma yang sering Anda alami, melainkan juga ada tidaknya riwayat asma dalam keluarga, bagaimana model pekerjaan Anda, sampai obat-obat yang sering Anda konsumsi, baik obat kimia maupun obat herbal. 

Tes Spirometri 

Apakah Anda pernah mendengar yang namanya tes spirometri? Tes ini merupakan tes penunjang yang paling umum digunakan untuk memastikan ada tidaknya asma pada seseorang. Anda hanya perlu mengambil napas dalam-dalam dan mengembuskannya ke dalam selang yang terpasang pada alat spirometer ketika menjalani tes ini. Dari sana, akan tercatat seberapa banyak udara yang Anda embuskan dan seberapa cepat Anda melakukannya. Semakin rendah skor Anda maka bisa dipastikan saluran pernapasan Anda tengah membengkak dan menyempit, yang salah satunya bisa disebabkan oleh kondisi asma. 

Cek Peak Flow Meter 

Ini merupakan tes untuk mengukur seberapa baik fungsi paru-paru Anda untuk mendorong udara keluar. Umumnya, orang-orang yang mengalami gejala asma berupa gangguan pernapasan akan mendapatkan hasil tes peak flow yang tidak terlalu baik. Cara melakukan tes ini sendiri dengan mengembuskan napas di alat pengukur aliran puncak yang berupa tabung plastik dengan corong di salah satu ujungnya. Pengetesan peak flow meter umumnya harus dilakukan dalam beberapa minggu, di mana pasien harus terus mencatat rutin hasil pengukuran aliran puncaknya setiap hari. 

Uji Oksida Nitrat 

Cara melakukan uji oksida nitrat yang diembuskan tidaklah sulit. Anda hanya perlu bernapas ke dalam tabung yang sudah tersambung dengan mesin. Dari sana bisa dilihat berapa banyak jumlah oksida nitrat dalam udara yang Anda embuskan. Seseorang dinyatakan mengalami asma apabila hasil uji oksida nitratnya tinggi karena hal tersebut menunjukkan adanya peradangan di saluran pernapasan. 

Tes Tantangan Fungsi Paru 

Tes untuk mendiagnosis asma pada seseorang yang lain adalah tes tantangan fungsi paru. Tes ini terbilang cukup kompleks karena pasien harus menghirup zat berupa histamin ataupun metakolin untuk mengecek apakah fungsi paru-paru Anda tetap baik atau tidak. Jika tidak baik, kemungkinan pasien akan sering mengalami gejala asma yang tidak boleh diabaikan. 

Rontgen Thorax atau CT Scan 

Banyak dokter yang pada akhirnya memilih cara cepat untuk mendiagnosis asma pada seseorang. Pasien akan disuruh untuk melakukan rontgen thorax ataupun CT scan. Lewat tes ini, dokter bisa memastikan bahwa gejala asma yang dikeluhkan penderita benar-benar berasal dari saluran pernapasannya yang meradang, bukan dari masalah paru-paru yang lain. 

*** 

Pengecekan gejala asma secara medis bisa membantu Anda mendapatkan perawatan yang tepat agar gejala tersebut berkurang dan meminimalkan risiko serangan asma yang berbahaya. Dengan demikian, kualitas hidup dan potensi harapan hidup Anda akan lebih terjaga.

Leave a Reply