Fertilisasi Adalah Proses Pembuahan, Ketahui Hasilnya

Fertilisasi Adalah Proses Pembuahan, Ketahui Hasilnya

Fertilisasi adalah proses pembuahan, ketahui manfaat hingga hasilnya

Pembuahan atau fertilisasi adalah suatu proses pertemuan dan peleburan sperma dengan ovum atau sel telur. Sehingga, menghasilkan sel baru yang dikenal dengan nama zigot.

Secara umum, bila proses fertilisasi yang dilakukan berhasil maka zigot akan berkembang dan wanita menjadi hamil. Namun, jika pembuahan gagal akan keluar lewat menstruasi. Itulah sebabnya, fertilisasi adalah proses yang perlu diketahui oleh Anda dan pasangan. 

Manfaat mengetahui proses fertilisasi

Seperti yang sudah disampaikan bahwa fertilisasi adalah proses pembuahan yang perlu diketahui oleh semua pasangan. Tentunya dengan mengetahui proses ini akan ada manfaatnya. 

Pertama, Anda dan pasangan bisa mengetahui seberapa besar peluang untuk mendapatkan keturunan.

Kedua, ketika terjadi masalah pada proses fertilisasi, Anda bisa segera mendiskusikan dengan pasangan dan mencari jalan keluar yang tepat untuk mengatasinya.

Selain itu, manfaat memahami proses fertilisasi adalah mengerti terhadap konsep pembuahan sehingga bisa mencegah kehamilan. 

Proses fertilisasi

Fertilisasi adalah pembuahan antara sel telur dan sel gamet. Dalam prosesnya, fertilisasi dibagi menjadi 4 tahapan utama.

Sel sperma masuk ke dalam vagina

Proses pertama fertilisasi adalah sel sperma hasil ejakulasi masuk ke dalam vagina yang telah diseleksi oleh serviks terlebih dahulu. 

Serviks yang berhasil masuk ke serviks akan mengalami proses kapasitasi, yakni perubahan fisiologis sehingga sperma dapat bergerak lebih cepat mendekati sel telur.

Sel sperma dan sel telur bertemu

Apabila sel telur memiliki pembungkus sel yang terlalu tebal maka bisa saja proses fertilisasi akan gagal karena sperma mengalami kesulitan untuk mengikat sel telur.

Namun, apabila proses fertilisasi ini berhasil, maka akan terjadi reaksi akrosom yang memudahkan sperma menembus sel telur. Setidaknya, sperma membutuhkan waktu paling cepat selama 45 menit untuk bisa sampai ke sel telur.

Sel telur dan sel sperma bersatu

Tahap selanjutnya fertilisasi adalah bersatunya kedua sel gamet. Sperma akan membutuhkan PH30 atau disebut juga fertilin untuk bisa membuahi sel telur.

Fertilin memiliki fungsi untuk membantu meleburkan membran sel telur dan sel sperma sehingga sperma bisa masuk ke dalam sel telur yang ukurannya lebih besar. 

Pada tahap ini sel sperma akan melepaskan ekornya, dan bagian lainnya seperti mitokondria bertugas untuk melakukan pembelahan terhadap sel telur. Sehingga, sel sperma bisa masuk ke sel telur dan terjadilah proses pembuahan yang berlangsung selama 16-18 jam.

Respons sel telur terhadap sel sperma

Proses akhir dari fertilisasi adalah terbentuknya zigot setelah proses pembuahan selama 18 jam tersebut. Zigot tersebut nantinya akan terus berkembang menjadi embrio yang menempel di dinding rahim selama 8-10 hari.

Jika tidak mengalami faktor yang membuat hasil pembuahan ini gagal, maka embrio akan terus berkembang menjadi janin hingga siap dilahirkan ke dunia.

Jika proses fertilisasi berhasil

Fertilisasi adalah proses pembuahan yang dimulai ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Bila proses awal fertilisasi ini berhasil, maka gabungan kedua sel gamet tersebut akan berkembang menjadi janin. 

Setelah melakukan hubungan seksual, maka pembuahan akan terjadi satu hari atau beberapa hari setelahnya. Sepuluh hingga empat belas hari setelahnya sel telur yang berhasil dibuahi akan tertanam pad dinding rahim.

Bila status fertilisasi adalah berhasil, maka akan muncul tanda-tanda awal kehamilan. Gejala-gejala yang mungkin akan dirasakan oleh wanita hamil adalah mual dan muntah, kelelahan, payudara menjadi sensitif, dan sering buang air kecil. 

Kehamilan akan terus berlangsung di dalam rahim selama kurang lebih 9 bulan, hingga janin yang tumbuh berkembang dengan baik hingga dilahirkan.

Jika proses fertilisasi gagal

Gagalnya fertilisasi akan ditandai dengan terjadinya menstruasi. Penyebab gagalnya fertilisasi adalah banyak faktor, salah satunya apabila pembelahan sel gamet tidak berjalan normal. Sehingga, dinding rahim  yang tidak digunakan tersebut akan meluruh atau dikenal sebagai peristiwa menstruasi. 

Menstruasi yang normal biasanya akan berlangsung selama 7 hari, dan ditemani dengan rasa nyeri dan gejala lainnya. 

Demikianlah penjelasan secara singkat mengenai fertilisasi atau proses pembuahan. Fertilisasi adalah suatu hal yang harus dipahami oleh Anda dan pasangan, mulai dari manfaat mengetahuinya, proses terjadinya fertilisasi, hingga yang terjadi apabila pembuahan tersebut berhasil atau tidak.

Leave a Reply