Cara Aman Memilih Mainan Anak Laki-laki Sesuai Usianya

Cara Aman Memilih Mainan Anak Laki-laki Sesuai Usianya

Memilih mainan tampaknya terlihat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, pada praktiknya tidak semudah saat diucapkan. Memilih mainan anak laki-laki yang sesuai dan aman tentunya membutuhkan usaha dan waktu yang tidak sedikit.

Hal ini karena selain mempertimbangkan minat anak Anda, Anda juga perlu menyesuaikan tentang usia anak Anda dan mainan yang akan Anda berikan kepadanya. Misalnya, untuk anak-anak yang masih balita dan masih kecil, biasanya harus dihindari untuk memberikan mainan yang memiliki ukuran kecil. Hal ini agar anak Anda terhindar dari bahaya tersedak mainan tersebut, karena anak cenderung sering memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya. Selain itu, menyesuaikan mainan anak laki-laki dengan usianya juga akan menghindari anak jadi frustasi akibat mainan yang diberikan tidak membuatnya tertarik.

Oleh karena itu, jangan membelikan anak Anda mainan yang rumit yang ditujukan untuk anak berusia 10 hingga 12 tahun jika anak Anda masih berusia 7 tahun. Alih-alih dimainkan, mainan itu bisa saja hanya berakhir di dalam kotak dan langsung disingkirkan di belakang lemari.

Mainan untuk Balita di Bawah 3 Tahun

Jika Anda ingin memberikan mainan anak laki-laki di bawah 3 tahun, hindari membeli mainan yang memiliki bagian yang kecil. Hal ini karena anak-anak yang masih berusia kurang dari 3 tahun cenderung menyukai memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut mereka. Dikhawatirkan jika bagian kecil dari mainan tersebut akan dimasukkan ke dalam mulut sehingga membuat mereka tersedak atau keracunan. 

Selain itu, hindari bermain menggunakan kelereng atau manik-manik yang ukurannya kecil karena hal ini berbahaya untuk anak kecil. Hindari mainan yang menggunakan magnet kecil, potongan magnet, atau magnet lepas karena dapat tertelan.

Mainan untuk Anak Prasekolah Usia 3 Sampai 5 Tahun

Hindari memberikan mainan anak laki-laki yang memiliki ujung yang tajam. Jangan berikan mainan yang terbuat dari plastik tipis dan rapuh karena mudah pecah menjadi potongan kecil yang dapat membuat tepiannya terlihat bergerigi. Saat Anda mencari bahan seni seperti krayon dan satu set cat air, carilah produk yang memiliki label “ASTM D-4236” yang berarti produk tersebut telah ditinjau oleh ahli toksikologi dan ada label informasi peringatan. Anda juga perlu menghindari mainan yang terdapat magnet, termasuk permainan bangunan.

Anak Usia Sekolah, 6 Sampai 12 Tahun

Jika Anda memiliki anak yang lebih besar berusia 6 sampai 12 tahun, ajarilah mereka untuk menjauhkan mainannya dari adik-adik mereka. Jika membeli pistol mainan, pastikan bahwa laras atau seluruh pistolnya berwarna cerah agar tidak dikira pistol asli.

Selain membeli mainan yang aman untuk usianya, untuk menjaga anak-anak Anda tetap aman, maka Anda perlu melakukan hal sebagai berikut.

  • Memeriksa mainan secara teratur untuk menemukan apakah ada bagian yang rusak, berpotensi berbahaya, termasuk cat yang terkelupas. Mainan yang sudah rusak atau berbahaya lebih baik segera diperbaiki atau dibuang.
  • Jika ada mainan yang ditarik dari peredaran atau penjualan, segera singkirkan mainan tersebut dan cari tahu apakah ada dampak negatif untuk kesehatan anak Anda.
  • Awasi anak-anak agar tidak memasukkan mainan mereka ke dalam mulut.
  • Jika Anda memberikan mainan anak laki-laki seperti barang olahraga, sepeda, skuter, atau sepatu roda, belilah alat pengamannya juga seperti helm dan bantalan pengaman yang sesuai dan pastikan anak Anda memakainya.

Anda juga perlu mengajari anak Anda untuk menyimpan mainan setelah selesai digunakan sehingga mereka tidak akan tersandung atau jatuh akibat menginjak mainan tersebut. Itu tadi beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memberikan mainan anak laki-laki yang aman dan tetap memberi unsur pendidikan kepada mereka. 

Leave a Reply