3 Langkah Mudah dan Tips untuk Bayi Susah Tidur

3 Langkah Mudah dan Tips untuk Bayi Susah Tidur

3 Langkah Mudah dan Tips untuk Bayi Susah Tidur

Bayi susah tidur adalah masalah yang umum terjadi. Meski melelahkan, pada umum nya tidak ada yang perlu Anda khawatirkan jika si kecil sulit tidur.

Si kecil mengalami pertumbuhan pesat pada 6 bulan pertama. Pada masa-masa inilah bayi juga lebih sering mengalami masalah susah tidur.

Secara umum, bayi susah tidur di malam hari karena masih belum memiliki siklus tidur sirkadian. Langkah termudah mengatasi ini adalah dengan mengamalkan dan membiasakan si kecil. 

Untuk itu, kali ini SehatQ merangkum 3 langkah mudah untuk membantu bayi susah tidur. Apa saja?

Langkah 1: Ciptakan ritme

Bayi baru lahir butuh tidur sekitar 16 jam atau lebih dalam sehari. Meski begitu, waktu tidur 16 jam itu tidak berlangsung dalam satu sesi, tetapi dibagi beberapa sesi pendek.

Mungkin pada awalnya Anda sulit membaca pola tidur bayi. Seiring si kecil bertumbuh, Anda akan mulai memperhatikan jadwal tidur yang lebih rapi dan lebih panjang.

Di usia 3-4 bulan, bayi bisa tidur sampai 5 jam dalam satu sesi. Lalu, saat sudah mencapai tahun pertama, bayi mungkin tidur sampai 10 jam di malam hari.

Meski begitu, perlu diingat bahwa setiap bayi berbeda. Anda tidak perlu khawatir bayi susah tidur asalkan si kecil tidak menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan.

Langkah 2: Tidur di kamar yang sama

Idealnya, bayi harus tidur di kamar yang sama dengan orang tua, tapi tetap tidur sendiri di ranjang bayi sampai enam bulan pertama, bahkan jika bisa diperpanjang sampai setahun pertama.

Hal ini penting untuk membantu menghindari kasus sudden infant death syndrome (SIDS). Pasalnya, ranjang orang dewasa sebenarnya tidak aman bagi bayi.

Bayi harus tidur di ranjang bayi dengan permukaan yang kukuh. Permukaan yang terlalu empuk seperti ranjang orang dewasa bisa membuatnya sesak napas.

Selain itu, sangat berisiko menidurkan bayi di ranjang yang sama dengan orang tua. Terlebih jika orang tua tidak bisa tidur dengan tenang, bayi mungkin tertindih dan sebagainya.

Sebaiknya Anda berinvestasi membeli ranjang bayi. Perlengkapan ini sangat penting untuk membantu bayi susah tidur untuk mulai tidur lebih nyenyak.

Langkah 3: Tips membentuk kebiasaan tidur yang baik

Dalam beberapa bulan pertama, tentunya ibu harus terbangun di malam hari untuk menyusui si kecil. Meski begitu, perlahan-lahan Anda bisa mengenalkan pola tidur yang lebih baik.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba untuk membentuk kebiasaan tidur si kecil

  • Tetapkan dan pertahankan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan. Di malam hari, kurangi aktivitas bayi yang terlalu ekstrem. Coba aktivitas sederhana seperti mandi, bernyanyi, atau membaca. Aktivitas ini bisa dimulai sebelum bayi kelelahan.
  • Letakkan bayi di ranjangnya dalam posisi mengantuk, tapi belum tidur sepenuhnya. Hal ini akan membantu bayi mengasosiasikan tempat tidur dengan waktu tidur. Posisikan bayi terlentang, singkirkan semua benda-benda di sekitarnya.
  • Beri waktu untuk tenang. Bayi mungkin rewel atau menangis sebelum menemukan posisi yang nyaman dan tertidur. Jika tangisannya tidak berhenti, periksa apakah ada masalah pada si kecil.
  • Coba gunakan dot. Jika bayi sulit tenang, dot mungkin bisa membantu Anda. Penelitian membuktikan bahwa penggunaan dot saat tidur juga dapat mengurangi risiko SIDS.
  • Perawatan malam dengan tenang. Memang Anda perlu merawat bayi di malam hari, entah memberi ASI atau mengganti popok. Namun, usahakan aktivitas itu berjalan dengan tenang, lembut, dan dalam cahaya lampu yang redup.
  • Perhatikan kemauan bayi. Jika bayi suka tidur menjelang dini hari, Anda mungkin harus menyesuaikan rutinitas dengan pola alami tersebut.

Catatan

Perlu diingat, menidurkan bayi di malam hari bukanlah hal besar, Anda tidak perlu memandangnya sebagai beban. Bayi susah tidur adalah masalah umum.

Coba perhatikan kebiasan dan pola bayi supaya Anda bisa menentukan langkah yang tepat untuk membantunya memperbaiki pola tidur.

Jika Anda merasa khawatir dengan kesulitan tidur disertai gejala-gejala lain, segera temui dokter anak.

Leave a Reply