Apa Solusi untuk Gangguan Saraf Tanpa Obat Biomega?

Apa Solusi untuk Gangguan Saraf Tanpa Obat Biomega?

Jika Anda mengalami gangguan saraf yang cukup berat seperti neurotritis dan neuralgia tentu Anda akan bertanya, apa obat untuk mengatasinya? Jawabannya adalah Biomega obat untuk apa?

Ini merupakan obat berbentuk kaplet yang praktis mengatasi masalah Anda tersebut. Hanya saja obat ini termasuk obat keras sehingga Anda tidak bisa sembarangan mengonsumsinya, dan harus melalui petunjuk dokter.

Anda sebenarnya dapat mengatasi masalah gangguan saraf tanpa harus mengonsumsi obat bahkan yang keras sekalipun, yang mungkin belum cocok bagi tubuh Anda terutama Anda yang alergi terhadap salah satu bahan.

Namun sebelumnya, ada baiknya Anda mengetahui gejala dan penyebab terjadinya gangguan saraf yang bisa menyebabkan sakit kepala yang cukup parah.

Gejala

Gejala penyakit saraf sendiri terbagi 3, yaitu gejala penyakit saraf motorik, otonom, dan sensorik. Pada motorik gejalanya adalah kedutan, lemas, otot mengecil, lumpuh di beberapa bagian tubuh.

Pada otonom adalah pusing, gangguan buang air, tidak bisa merasakan sakit di dada, dan disfungsi seksual sedangkan pada sensorik adalah adanya nyeri pada bagian tubuh, kebas, dan sering mengalami kesemutan.

Penyebab

Beberapa penyebab terjadinya gangguan saraf adalah karena diabetes yang disebut sebagai penyebab utama karena kadar gula yang tinggi.

Selain itu, gangguan saraf disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terlarang, kegagalan fungsi organ, gangguan tiroid, gangguan mental, terpapar racun, dan terkena penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Lalu apa cara untuk mengatasi saraf tanpa obat Biomega?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gangguan saraf pada tubuh tanpa perlu mengonsumsi obat. Berikut caranya!

Mengonsumsi daun kersen

Ini adalah daun yang tanamannya sering dijumpai di taman atau pinggir jalan, dan terkenal dengan nama seri.

Daun dari tanaman seri ini mengandung flavonoid dan saponid yang mampu membantu penderita diabetes mensekresi hormon insulin dalam tubuh sehingga dapat mengendalikan kolesterol yang dapat memicu gangguan saraf.

Konsumsi apel

Apel merupakan buah kaya antioksidan yang ternyata mampu mengatasi gangguan saraf melalui serat yang dikandungnya.

Serat ini yang berfungsi mengontrol gula darah yang dapat menyebabkan sakit pada saraf, dan juga dapat mengontrol kadar lemak dan gula dalam tubuh.

Konsumsi Dilingo

Dilingo adalah tanaman herbal dari Cina yang sering digunakan untuk berbagai pengobatan alami di Indonesia.

Tanaman ini memiliki aroma yang cukup harum, dan sering digunakan untuk mengobati gangguan saraf.

Umumnya tanaman ini banyak digunakan untuk penderita gangguan saraf seperti epilepsi dan autis.

Diketahui bahwa tanaman ini mengandung alfa-asaron, beta-asaron, dan eugenol untuk mengatasi epilepsi dan autis.

Selain itu, tanaman ini dapat digunakan untuk mengatasi insomnia karena aroma harumnya tersebut.

Ubah pola gaya hidup

Mengatasi gangguan saraf juga dapat dilakukan dengan mengubah pola gaya hidup, yaitu dengan cara konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan, menghindari alkohol, dan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B.

Lakukan peregangan di sela-sela aktivitas

Kebiasaaan melakukan sesuatu yang berulang-ulang seperti mengetik dan mencuci akan menimbulkan gangguan saraf berupa kebas, kram, dan kesemutan.

Untuk mengatasinya, Anda dapat melalukan peregagangan di sela-sela aktivitas setiap harinya selama 30 menit.

Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh tetap segar dan bugar karena selama di masa istirahat otot dan saraf bekerja untuk menggantikan sel-sel yang rusak.

Karena itu, beristirahatlah secara teratur selama 6-8 jam setiap hari untuk menghindari gangguan saraf apa pun sehingga Anda tidak memerlukan lagi obat Biomega.

Leave a Reply